Thursday, February 9, 2012

Teknik Penerjemahan : Metafora

Menurut Collins English Dictionary, a metaphore is a figure of speech in which a word or phrase is applied to an object or action that it does not literally denote in order to imply a resemblance (suatu kiasan dengan menggunakan kata atau frase untuk merujuk ke suatu objek atau tindakan yang bukan merupakan acuan harfiahnya dengan maksud menunjukkan suatu kemiripan [dengan obyek atau tindakan tersebut]).
Contoh :
1. He is a worn book
Terjemahan harfiahnya : Ia adalah cacing buku
2. John is a lion in the battle
Terjemahan harfiahnya :  John adalah singa dalam peperangan

Untuk menerjemahkan metafora ini ada dua cara yang dilakukan :
1. Penerjemah dapat menggunakan penggambaran metaforik yang sepadan dalam bahasa Indonesia, atau
2. Penerjemah menggunakan teknik pemadanan fungsional seperti dalam penerjemahan idiom, dengan metode semantik atau komunikatif.

Cara pertama akan menghasilkan terjemahan sebagai berikut :
1. Ia adalah kutu buku
2. John laksana singa padang pasir

Atau dengan cara kedua
1. Ia adalah orang yang suka sekali membaca
2. John adalah orang yang sangat berani

Sumber : Machali, Rochayah. 2000. Pedoman Bagi Penerjemah. Grasindo.
Posted by Ais Production
Ais Production Updated at: 5:17 AM

Tuesday, February 7, 2012

100 Kesalahan dalam Belajar Bahasa Inggris (Menerjemahkan)

Berikut adalah kesalahan-kesalahan dalam proses menerjemahkan (translating). Kesalahan ini dikumpulkan oleh Agung Prihantoro, dalam bukunya yang berjudul  100 Kesalahan dalam Belajar Bahasa Inggris , yang diterbitkan tahun 2007.Kesalahan-kesalahan yang dimaksud meliputi :
  1. Gagal menangkap makna bahasa sumber
  2. Menerjemahkan kata per kata
  3. Asal menerjemah
  4. Buru-buru membuka kamus
  5. Malas membuka kamus
  6. Terpacak pada arti pertama
  7. Hanya mengandalkan satu atau dua kamus
  8. Kurang optimal dalam memanfaatkan kamus
  9. Menyamakan istilah dalam segala bidang
  10. Jarang membaca buku
  11. Kurang menguasai bahasa sasaran
  12. Tidak awas terhadap idiom
  13. Tidak menguasai tema
  14. Tidak meminta koreksi
  15. Tidak membandingkan dengan terjemahan ahli
  16. Tidak memotong kalimat yang kelewat panjang
  17. Hanya sekali mengedit
  18. Kejar setoran
  19. Lari dari kalimat yang sulit
  20. Tak membedakan karya fiksi dan karya non fiksi
Technorati Tag
    Posted by Ais Production
    Ais Production Updated at: 6:12 AM

    Teknik Penerjemahan : Idiom

    Menurut "Collins English Dictionary" idiom is a group of words whose meaning cannot be predicted from the meanings of the constituen words (idiom adalah sekelompok kata yang maknanya tidak dapat dicari dari makna kata-kata unsurnya). Definisi kedua menurut buku ini adalah idiom is a linguistic usage that is grammatical and natural to native speakers of a language (idiom adalah ungkapan kebahasaan yang bersifat gramatikal dan alami bagi penutur asli suatu bahasa).
    Kelompok contoh menurut definisi pertama
    1. It is raining cats and dog ==> Hujannya deras sekali atau hujannya lebat sekali
    2. Tom is lucky dog ==> Tom adalah orang yang beruntung
    3. Don't break your mother's heart ==> Jangan mengecewakan ibumu
    Kelompok contoh menurut definisi kedua
    1. I have no pen with which I can write ==> Saya tidak mempunyai pena yang dapat saya gunakan (untuk) menulis.
    2. The book of which he speaks is good ==> Buku yang ia bicarakan tersebut adalah buku bagus.
    3. The house to which I went is my uncle's ==> Rumah yang saya datangi adalah rumah paman saya.
    4. The hotel at which we stayed is beautifully built ==> Hotel yang saya tinggali bagus bangunannya.
    (Rochayah Machali, 2000)

    Dari contoh di atas, nampak bahwa penerjemahan idiom membutuhkan teknik tertentu, yang apabila tidak dikuasai dengan baik akan menghasilkan terjemahan yang tak bermakna (membingungkan).
    Misalnya kalimat pertama :  It is raining cats and dog  diterjemahkan sebagai Ini adalah hujan kucing dan anjing. (Apa maksudnya?)
    Atau kalimat ketiga Don't break your mother's heart diterjemahkan sebagai Jangan merusak hati ibumu atau Jangan membuat ibumu patah hati. (Tentu tidak sesuai).

    Contoh lain :
    The boy over there like a bad egg ==> Anak laki-laki di sebelah sana seperti orang jahat.
    By the end of ==> akhirnya
    By the way ==> omong-omong
    Over and over ==> berulang kali
    Without day ==> waktu yang tidak tentu

    Jika kesulitan mencari arti kata dari suatu idiom bisa mencarinya di kamus idiom. Dan khusus, untuk contoh dari pengertian idiom yang kedua harus memahami struktur gramatikalnya.
    Posted by Ais Production
    Ais Production Updated at: 4:39 AM

    Monday, February 6, 2012

    105 Tips Menggunakan Adobe Flash Profesional dan Flash Player

    Terjemahan dari e-book 239 Tips for Producing an Managing Flash-based e-Learning Content
    Hak cipta oleh The elearning guild.
    www.elearningguild.com

    Bagian II 105 Tips for Using Adobe Flash Professional & Flash Player
    (105 Tips Menggunakan Adobe Flash Profesional dan Flash Player)

    USE EXTERNAL FILES FOR DA T A — Don't hard-code text, or even images, inside your .SWF file. Use an external file, such as .XML, to store that information, and just load it dynamically at run time.
    This will make any possible future update a snap. In addition, you can reuse the same Flash programming and produce many different content screens, just by loading different data files.
    Tipster: Adrián Murillo

    GUNAKAN FILE EKSTERNAL UNTUK DATA - Jangan letakkan teks dengan kode yang berat maupun gambar di dalam file  swf. Gunakan file eksternal, seperti XML, untuk menyimpan informasi, dan hanya menjalankan secara dinamik pada saat dibutuhkan. Dengan cara ini, memungkinkan untuk melakukan update data dengan mudah. Bahkan, dengan menjalankan file data yang berbeda, Anda dapat menggunakan kembali program flash yang sama dan hanya dengan menghasilkan berbagai layar dengan isi yang berbeda.
    Tips oleh Adrian Murillo
    ..........................................................................................
    IMPORTING SOUND — When importing a sound to your Flash movie, do it with good quality and an uncompressed format. This will allow you to produce versions with different qualities simply by changing the Publish Settings. Remember, MP3 is a format that loses quality when the compression increases. Besides, all sounds are decompressed to be included in the Library of an editable file (.FLA), so that the file size and the time to generate .SWF movies remain unchanged.
    Tipster: Mario Gutierréz T oledo

    MENGIMPOR SUARA - Ketika mengimpor suara ke movie flash, lakukan dengan kualitas yang bagus dan format tanpa kompres.  Hal ini memungkinkan Anda untuk menghasilkan berbagai versi dengan kualitas yang berbeda secara sederhan dengan mengubah setingan pada publish. Ingatlah, MP3 merupakan format yang akan kehilangan kualitasnya ketika kompresinya diperbesar, Di samping itu, semua suara yang di kompres kembali akan dimasukkan dalam library dari file yang dapat diedit (.FLA), sehingga ukuran file dan waktu untuk menjalankan movie .SWF tidak berubah.
    Tips oleh  Mario Gutierréz Toledo
    ..........................................................................................

    ALWAYS DECLARE AND INITIALIZE VARIABLES — Don't just use them. This may seem like a no brainer, but it's surprising how often it happens. Make sure to provide a default value, even if it's
    just a blank space or “ ” . Also, remember to initialize the setIntervalevery time you start a new content section. Not doing this may cause some random, hard to solve, problems. Even more so when your content integrates inside another system, such as a LMS or custom player.
    Tipster: Adrián Murillo




    SELALU MENDEKLARASIKAN DAN MENGINISIALISASI VARIABEL - Jangan hanya menggunakan variabel. Hal ini mungkin tampak bodoh, tetapi hal ini akan seringkali akan mengejutkan. Pastikan untuk memberikan nilai default, meskipun hanya berupa baris kosong atau " ". Juga diingat bagaimana menginisialisasi setIntervalevery time ketika memulai sebuah konten baru. Jika tidak melakukan hal tersebut, dimungkikan akan menyebabkan hasil random, atau masalah yang sulit diselesaikan. Demikian juga ketika sebuah konten terintegrasi di dalam sistem lain, seperti LMS atau player standar.
    Tips oleh Adrián Murillo
      ..........................................................................................
    OPTIMIZING E-LEARNING VIDEO FOR THE WEB — If you are looking to deliver to the largest audi-
    ence, you'll want to select Flash 7-based compression of your content. Using the Spark or On2
    when the com-
    Codecs (additional cost) will offer great quality video and easy integration into your content. If
    pression increas-
    your viewers have the latest Flash player 9 or higher, look to use the new H.264 compression tech-
    nology . This allows you to play back the highest quality video at the smallest sizes. General guide-
    es.
    lines for compression:
    • 15 frames per second
    mario gutierréz toledo
    • 320 x 240 pixels or 512 x 384 pixels
    • Keyframes: 90
    • Audio: MP3 - 22 khz, Mono, 64 kBit/s
    Remember, lowering your audio from Stereo to Mono will significantly reduce the file size of your
    video. Also with the latest codec's, you can take advantage of pixel doubling where you compress
    at a smaller size and enlarge the video on your HTML file for playback. This allows a larger viewing
    area with smaller downloads.
    Compress your video as .FLVs which are external files to your main Flash tool or application. This
    allows you to easily swap or update your content as you develop, or need to update to a newer
    version. Tipster: Joy Vinson
    Posted by Ais Production
    Ais Production Updated at: 8:44 AM

    Perangkat Penerjemahan

    Menyambung tulisan sebelumnya, Rochayah Machali, dalam bukunya Pedoman Bagi Penerjemah, menuliskan bahwa ada dua perangkat yang lazimnya digunakan oleh penerjemah, yaitu perangkat intelektual dan perangkat praktis.
    Perangkat intelektual, meliputi :
    1) Kemampuan yang baik dalam bahasa sumber
    2) Kemampuan yang baik dalam bahasa sasaran
    3) Pengetahuan mengenai pokok masalah yang diterjemahkan
    4) Penerapan pengetahuan yang dimilikinya
    5) Ketrampilan

    Perangkat praktis, meliputi :
    1) Kemampuan menggunakan sumber-sumber rujukan, baik yang berbentuk kamus umum, kamus elektronik, maupun kamus peristilahan serta narasumber bidang yang diterjemahkan
    2) Kemampuan mengenali konteks suatu teks, baik konteks langsung maupun tidak langsung.

    Kekurangan atau kelemahan pada salah satu atau lebih dari modal dasar tersebut, menyebabkan hasil terjemahan mengalami kelemahan, tergantung pada kemampuan memanfaatkan perangkat di atas.
    Posted by Ais Production
    Ais Production Updated at: 2:59 AM

    Sunday, February 5, 2012

    Senjata bagi Penerjemah

     


    Seorang penerjemah adalah manusia terbatas yang tidak mungkin menguasai kosa kata, baik dalam kosa kata bahasa sumber maupun bahasa aslinya.
    Selain mempunyai kemampuan teknis menerjemah yang bagus, seorang penerjemah haruslah mempunyai beberapa senjata, dalam hal ini kamus yang memadai.
    Kamus-kamus yang harus dimiliki penerjemah :

    1. Kamus eka bahasa
    Meliputi kamus Inggris-Inggris, maupun kamus Indonesia-Indonesia.
    Contohnya : kamus Oxford, kamus Webster, kamus besar bahasa Indonesia dan lain-lain

    2. Kamus dwi bahasa
    Meliputi kamus bahasa Inggris-Indonesia, kamus Indonesia-Inggris

    4. Kamus Istilah
    Misalnya kamus teknik, kamus filsafat, kamus fisika, kamus internet, kamus ekonomi dan lain-lain

    Kamus-kamus tersebut selain dalam bentuk buku, juga banyak ditemukan dalam bentuk e-book.
    Dalam bentuk e-book, sisi bagusnya kita tidak repot  membawa, cukup di simpan di flash disk atau di hardisk. It's ok. Misalnya Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam bentuk pdf yang sangat tebal cukup disimpan di flash disk.
    Posted by Ais Production
    Ais Production Updated at: 11:56 AM

    Menerjemahkan Bahasa yang Muluk

    Bukan hanya dalam bahasa Indonesia, dalam bahasa Inggris juga banyak ditemukan gaya bahasa yang muluk atau berlebihan. Gaya-gaya bahasa ini tidak selalu diterjemahkan apa adanya, tetapi disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia.


    Berikut adalah contoh-contohnya :

    A speech of controversial nature : Pidato kontroversial
    Work on a voluntary basis : Kerja sukarela
    In the majority of cases, breakages occured ... : Kebanyakan kerusakan terjadi
    A certain amount of difficulty : Sejumlah kerusakan
    Is not a practical proposition : Tidak bisa dikerjakan
    The nature of the problem is such that : Masalahnya adalah
    Should circumstances arise in which : Jika
    The trend is towards earlier marriages : Orang-orang menikah lebih dini
    A modern type of : Tentang atau mengenai
    The extent of the damage : Seberapa kerusakan
    Complete lack of : Tidak ada/kehabisan
    A greater measure of : Lebih
    Of a different sort/character : Berbeda
    Police involved in patrolling : Polisi yang berpatroli
    An inadequate level of : rendah
    Families without an adequate level of income : Keluarga miskin
    There is a good deak of uncertainty in connection with the overall position : Tidak ada yang tahu apa yang sedang terjadi...


    etc

    Apa yang terjadi jika kita menerjemahkan kata-kata yang muluk tersebut secara apa adanya? Yang terjadi adalah bahasa terjemahan (Indonesia) menjadi berlebihan, tampak sebagai terjemahan, dan tidak efektif.
    Contohnya :
    It may be true that .... diterjemahkan sebagai adalah mungkin benar bahwa.....
    Terlalu panjang kan? Padahal cukup diterjemahkan dengan Mungkin .....

    I should not like it to be thought .... diterjemahkan sebagai Saya seharusnya tidak suka dipikirkan ....
    Sebenarnya cukup kan, jika diterjemahkan sebagai Tolong jangan berpikir ...
    dan sebagainya..

    Sumber : Choliludin. 2006. The Technique of Making Idiomatic Translation. Kesaint Blanch
    Posted by Ais Production
    Ais Production Updated at: 11:27 AM

    Kuliah Terjemah

    Untuk menjadi penerjemah ada yang belajar secara otodidak, yaitu dengan praktek dan praktek ada juga yang mengenyam lewat bangku kuliah.
    Sebelum menerjemahkan, seorang penerjemah harus memiliki kemampuan berbahasa yang bagus. Berikut adalah mata kuliah yang ditawarkan oleh D3 Penerjemah Universitas Terbuka (Kalau sekarang sudah membuka S1 Penerjemah), sebagai berikut :
    Mata Kuliah Pengembang Kepribadian 
    1. Pendidikan Kewarganegaraan
    2. Bahasa Indonesia
    3. Pendidikan Agama


    Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan

    1. Writing 1 - 4
    2. Reading 1 - 4
    3. English for Translation
    4. Advanced English for Translation
    5. Grammar Translation Exercises
    6.Theory of Translation
    7. Translatian I - X
    8. Introduction to Linguistics
    9. Semantics
    10.Listening
    11. Bahasa Indonesia

    12. Esai Bahasa Indonesia
    13. Sintaksis Bahasa Indonesia
    14. Semantik Bahasa Indonesia



    Mata Kuliah Perilaku Berkarya

    1. Sejarah Kesusastraan Inggris
    2. Sejarah Kebangsaan Inggri s
    3. Kebhinekaan Budaya Indonesia
    4. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar
    5. Speaking

    Kalau dilihat dari mata kuliah di atas, maka jelas bahwa untuk menjadi penerjemah bukan melulu fokus kepada bahasa sumbernya (dalam hal ini bahasa Inggris), tetapi banyak sisi lain yang harus dipelajari.
    Yang tak kalah pentingnya adalah kuasai bahasa sasarannya (bahasa Indonesia) termasuk juga aspek-aspek budaya maupun aspek moral dan kepribadian. Tanpa modal tersebut, penerjemahan yang dilakukan hanya akan menghasilkan penerjemahan semata yang mengabaikan salah satu aspek bahasa, yaitu moral, etika, dan budaya.
    Posted by Ais Production
    Ais Production Updated at: 11:12 AM

    Friday, February 3, 2012

    Membuat Blog Personal

    Blog yang kita buat, bisa dipercantik dengan menggunakan template personal yang dapat diperoleh dengan mendownload secara gratis, pada situs-situs penyedia layanan template.
    Kadang kita hanya ingin sekedar coret-mencoret, curhat, menuliskan puisi, membuat cerpen, menceritakan pengalaman pribadi, bahkan sekedar menulis ulang sebuah lirik lagu. It's Ok.
    Berikut contoh blog personal yang saya buat di http://arsyad-riyadi.blogspot.com


    Punya ide apa, ya ditulis..gak usah terlalu peduli, idenya spektakuler atau tidak..yang penting action.
    Untuk templatenya, saya minta bantuan pada mbah google untuk mencari template yang cocok.
    Kata kunci yang kupakai adalah template blog personal, yang akhirnya mengarah pada http://btemplates.com/tag/personal-pages/..

    Berikut contoh template blog personal yang bisa didownload gratis.
    Contoh tampilan blog personal
    Marilah menulis..
    Berikut ini adalah mitos-mitos dalam menulis yang bisa menghambat keinginan kita dalam menulis
    1. Menulis itu sulit
    2. Menulis itu harus bagus
    3. Menulis itu meghabiskan banyak waktu
    4. Ide tulisan harus spektakuler
    5. Harus menjadi pakar di suatu bidang dulu baru bisa menulis

    Nge-blog dan menulis hal yang identik.
    Posted by Ais Production
    Ais Production Updated at: 3:55 PM